Apakah Alibaba ‘Buy’ setelah Turun 25% dari Rekor Tertinggi?

Apakah Alibaba ‘Buy’ setelah Turun 25% dari Rekor Tertinggi?

Investing.com  | 11/01/2021 17:59

Dua bulan terakhir ini merupakan perjalanan yang cukup membuka mata bagi raksasa e-commerce China Alibaba Holdings (NYSE:BABA). Sahamnya, setelah mencapai rekor tertinggi $319,28 per saham pada akhir Oktober, telah kehilangan lebih dari seperempat nilainya.

Dan terdapat tanda-tanda bahwa keadaan terburuk belum berakhir bagi perusahaan yang didirikan bersama oleh pengusaha legendaris Jack Ma itu. Penjualan awal saham BABA dimulai pada November setelah otoritas China mulai menindak kerajaan internet Ma yang luas dengan memblokir penawaran umum perdana senilai $35 miliar oleh badan keuangan Ant Group.

Regulator memerintahkan Ant, di mana Alibaba memiliki 33% saham, untuk merumuskan rencana sertifikasi ulang dan menerapkan jadwal perbaikan bisnisnya, termasuk layanan kredit, asuransi, dan manajemen kekayaannya.

Langkah tersebut menggerakkan serangkaian keputusan peraturan yang mengancam untuk membentuk kembali lanskap bagi operator online China, termasuk aturan anti-monopoli baru, membangun kerangka kerja untuk mengekang perilaku anti-persaingan seperti berkolusi dalam berbagi data konsumen yang sensitif, aliansi yang memeras saingan yang lebih kecil dan layanan subsidi dengan biaya rendah untuk menghilangkan para pesaing.

Langkah regulasi ini, jika disetujui, dapat secara substansial melemahkan Alibaba dan operator internet China lainnya dan mengubah model bisnis mereka. Bulan lalu, regulator perdagangan utama China mengatakan sedang menyelidiki apakah Alibaba menyalahgunakan posisi pasar dominannya dalam ritel online melalui aktivitas, seperti membuat para pedagang menjual produk secara eksklusif di platformnya.

Namun, dalam konteks China, masalahnya adalah sulit untuk mencari tahu apa yang ada di balik tindakan regulasi ini: Apakah hanya regulator yang mencoba memperbaiki ketidakseimbangan pasar? Atau, apakah ada motif politis?

Politik atau Regulasi?

Masalah Ma saat ini dimulai segera setelah dia membuat marah kepemimpinan China dengan mengkritik peraturan keuangan dan mengutip kalimat dari Presiden China Xi Jinping dalam pidato kontroversial, menurut Wall Street Journal.

Situasi kompleks ini menyulitkan para investor untuk memanfaatkan kelemahan harga saham BABA, yang menurut beberapa analis dapat diperebutkan karena pertumbuhan perusahaan yang luar biasa dari belanja online dan bisnis cloud-nya yang berkembang pesat.

Analis Baird, Colin Sebastian, saat memotong target harga BABA menjadi $285 dari $325 dalam sebuah catatan baru-baru ini, mengatakan “sangat sulit untuk memprediksi hasil” dari penyelidikan tersebut.

Alibaba Weekly Chart.

Penyelidikan tersebut "tidak mungkin menghasilkan perubahan signifikan pada bisnis inti perusahaan," tetapi regulasi yang lebih kuat "dapat membuka pintu bagi pesaing, termasuk pemain regional yang lebih kecil, untuk mendapatkan pangsa pasar," kata Sebastian. Hal itu bisa mengurangi sedikit pertumbuhan Alibaba, tetapi tidak akan berdampak besar.

KeyBanc Capital Markets, di sisi lain, mengatakan kelemahan saham baru-baru ini telah menghasilkan peluang pembelian yang menarik, menetapkan peringkat overweight pada saham dengan target harga $355.

Selain tindakan regulasi China, BABA juga dapat menjadi target utama perang perdagangan AS-China, yang semakin melemahkan daya tarik investasinya. Laporan media kemarin mengatakan pemerintahan Trump yang akan habis masa jabatannya sedang mempertimbangkan untuk melarang investasi di Alibaba dan Tencent Holdings (OTC:TCEHY). 

Departemen Luar Negeri, Departemen Pertahanan dan Departemen Keuangan termasuk di antara otoritas yang terlibat dalam musyawarah tersebut, menurut laporan oleh Wall Street Journal. Pemberlakuan larangan pada kedua perusahaan tersebut akan menandai eskalasi paling dramatis yang pernah dilakukan oleh pemerintahan Presiden Donald Trump dalam sengketa perdagangan, mengingat besarnya kedua perusahaan dan kesulitan keduanya melepas posisi tersebut, kata laporan itu.

Kesimpulan

Penurunan 25% di saham BABA menjadikannya taruhan yang menarik, terutama bagi mereka yang memiliki horison investasi jangka panjang dan dengan risk appetite yang lebih tinggi. Meskipun demikian, sulit untuk memprediksi seberapa besar kerusakan yang diakibatkan oleh headwinds ini bagi raksasa internet itu dalam jangka pendek. Kami yakin terdapat risiko downside yang lebih banyak dan para investor, di sela-sela, akan mendapatkan entry point yang lebih baik.

Investing.com

Komentar terkini

Tambahkan Komentar
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Bambang Sangaji
Bambang Sangaji

Sejatinya mindset pengusaha dan Goverment (Politik) sangat lah berbeda.Entrepreneur : memangkas system yg tidak efisien, agar cost dapat diturunkan.Goverment : Memperbanyak regulasi bisnis agar insentif, gratifikasi, ataupun perpajakan untuk masuk ke Pemerintahan semakin banyakPadahal Jackma tetep bayar pajak yg tidak sedikit  ... (Baca Selengkapnya)

11/01/2021 17:31 GMT· Balas
Diskusi
Tulis balasan...
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.

Perdagangan instrumen finansial dan/atau mata uang kripto membawa risiko tinggi, termasuk risiko kehilangan sebagian atau seluruh nilai investasi Anda, dan mungkin tidak sesuai untuk sebagian investor. Harga mata uang kripto amat volatil dan dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor eksternal seperti peristiwa finansial, regulasi, atau politik. Trading dengan margin meningkatkan risiko finansial.
Sebelum memutuskan untuk memperdagangkan instrumen finansial atau mata uang kripto, Anda harus sepenuhnya memahami risiko dan biaya terkait perdagangan di pasar finansial, mempertimbangkan tujuan investasi, tingkat pengalaman, dan selera risiko Anda dengan cermat, serta mencari saran profesional apabila dibutuhkan.
Fusion Media mengingatkan Anda bahwa data di dalam situs web ini tidak selalu real-time atau akurat. Data dan harga di situs web ini. Data dan harga yang ditampilkan di situs web ini belum tentu disediakan oleh pasar atau bursa, namun mungkin disediakan oleh pelaku pasar sehingga harga mungkin tidak akurat dan mungkin berbeda dengan harga aktual pasar. Dengan kata lain, harga bersifat indikatif dan tidak sesuai untuk tujuan trading. Fusion Media dan penyedia data mana pun yang dimuat dalam situs web ini tidak bertanggung jawab atas kerugian atau kehilangan apa pun yang diakibatkan oleh trading Anda atau karena Anda mengandalkan informasi yang dimuat dalam situs web ini.
Anda dilarang untuk menggunakan, menyimpan, memperbanyak, menampilkan, mengubah, meneruskan, atau menyebarkan data yang dimuat dalam situs web ini tanpa izin eksplisit tertulis sebelumnya dari Fusion Media dan/atau penyedia data. Semua hak kekayaan intelektual dipegang oleh penyedia dan/atau bursa yang menyediakan data yang dimuat dalam situs web ini.
Fusion Media mungkin mendapatkan imbalan dari pengiklan yang ditampilkan di situs web ini berdasarkan interaksi Anda dengan iklan atau pengiklan.

English (USA) English (UK) English (India) English (Canada) English (Australia) English (South Africa) English (Philippines) English (Nigeria) Deutsch Español (España) Español (México) Français Italiano Nederlands Polski Português (Portugal) Português (Brasil) Русский Türkçe ‏العربية‏ Ελληνικά Svenska Suomi עברית 日本語 한국어 简体中文 繁體中文 Bahasa Melayu ไทย Tiếng Việt हिंदी
Keluar
Yakin ingin keluar?
TidakYa
BatalkanYa
Menyimpan Perubahan

+

Unduh Aplikasi Investing.com

Dapatkan quote, grafik, dan Peringatan real time gratis mengenai saham, indeks, mata uang, komoditas, dan obligasi. Dapatkan analisis/prediksi teknikal terbaik gratis.

Investing.com lebih baik di Aplikasi!

Lebih banyak konten, grafik dan quote lebih cepat, dan pengalaman yang lebih mulus tersedia hanya di Aplikasi.