Penutup Pasar Desember 2020: Keuntungan Rendah Pasca Tahun yang Besar. What's Next?

Penutup Pasar Desember 2020: Keuntungan Rendah Pasca Tahun yang Besar. What's Next?

Investing.com  | 05/01/2021 13:44

Untuk drama sepenuhnya tahun lalu, sulit mengalahkan kinerja pasar keuangan global. Kecuali mungkin melalui pemilihan presiden AS dan akibatnya.

Desember 2020 menghasilkan kenaikan sederhana, dibandingkan dengan reli besar pada bulan April dan November: 3,3% untuk Dow Jones Industrial Average (INDU), 3,7% untuk Indeks S&P 500 (SPX) dan 5,7% untuk NASDAQ Composite (COMPX).

Kinerja Desember cukup baik untuk membiarkan Dow dan S&P 500 mencapai rekor penutupan pada akhir tahun: 30.606 untuk Dow dan 3.756 untuk S&P 500. Penutupan akhir tahun NASDAQ sebesar 12.888 hanya 11 poin di bawah penutupan tertinggi sepanjang masa di 12.899, ditetapkan pada 28 Desember.

Untuk tahun ini, Dow menambahkan 7,25%, dengan 16,3% untuk S&P 500.

COMPQ Weekly TTM

NASDAQ melonjak 43,6% — kinerja terbaiknya sejak rebound 43,9% pada 2009 dari crash pasar yang traumatis tahun 2008.

Risiko COVID, Buih Pasar Masih Berlangsung

Namun, untuk mendapatkan hasil tahun 2020 ini, pasar harus menghadapi trauma lain: pandemi COVID-19, yang telah menginfeksi jutaan orang dan menyebabkan lebih dari 350.000 kematian di seluruh AS dan setidaknya 1,8 juta kematian di seluruh dunia, angkanya kemudian semakin meningkat. Kekhawatirannya adalah buih di pasar saham karena pembukaan tahun 2020 belum hilang.

Terdapat harapan bahwa pengembangan vaksin baru untuk melawan virus akan mengurangi beban kasus dan kematian serta meningkatkan perekonomian di seluruh dunia. Tetapi tekanan tahun 2020, termasuk dari pemilihan Presiden AS, mungkin membuat beberapa investor kelelahan.

Ketika pandemi pertama kali muncul dari Asia pada musim dingin tahun 2020, pemerintah melakukan lockdown penuh, terutama di Eropa dan sebagian wilayah Amerika Serikat.

Sebagai tanggapan, pasar panik. S&P 500 turun 35,4% antara penutupan tertinggi pada 19 Februari hingga level terendah pada 23 Maret. Sejak itu, indeks naik 71,4%. (Sebagai gambaran, butuh 17 bulan bagi S&P 500 untuk jatuh 56,8% antara level puncak Oktober 2007 dan level terendah Maret 2009).

Harga minyak turun. West Texas Intermediate, patokan AS, turun di bawah $20 per barel untuk pertama kalinya dalam beberapa tahun dan bahkan menjadi negatif selama sehari di bulan April. WTI tidak melewati $40 lagi hingga Juli. Sementara harga naik hampir 27% pada November dan 7% pada Desember, penutupan $48,52 pada hari Jumat masih turun 21% untuk tahun ini.

Rig AS Baker Hughes berjumlah sekitar 800 pada kuartal pertama tahun 2020 karena kepanikan mulai terjadi. Jumlahnya turun drastis ke 244 rig pada pertengahan Agustus. Sementara hitungannya sekarang di 351, masih turun 55% dari Maret.

Karena kepanikan ekonomi, Federal Reserve dan bank sentral di seluruh dunia memangkas suku bunga dan mencoba meningkatkan kredit yang tersedia. Pemerintah, dengan hasil yang lumayan, buru-buru mencoba memberlakukan paket stimulus.

Yield Obligasi AS 10-tahun turun dari 1,92% pada akhir 2019 menjadi 0,92% pada hari Kamis. (Pada 20 Januari 2017 besarannya 2,47%, di hari Donald Trump dilantik sebagai Presiden.)

The Fed mungkin tidak menaikkan suku bunga utamanya hingga tahun 2022 atau lebih karena kelemahan keseluruhan pada ekonomi AS. Tingkat pengangguran November adalah 6,7%; laporan pertama pada bulan Desember jatuh tempo pada hari Jumat. Jobless claim mencapai 787.000 pada pekan tanggal 20 Desember setelah mencapai hampir 7 juta pada bulan Maret. Namun, sebelum pandemi meledak, jobless claims mencapai sekitar 200.000 seminggu.

Banyak Peluang, Juga Terjadi Banyak Kerugian

Namun, pandemi menciptakan banyak peluang bagi perusahaan yang menargetkan pelanggan yang tidak terpengaruh oleh PHK. Peluang-peluang ini termasuk:

1. Pengembang vaksin COVID-19. Perusahaan-perusahaan kecil itulah yang sahamnya muncul sebagai pemenang. Pfizer (NYSE:PFE) menyelesaikan tahun ini dengan hanya 6%. AstraZeneca (NASDAQ:AZN), raksasa farmasi Inggris, naik 0,3%.

Alasan dikotomi ini adalah karena Big Pharma memiliki banyak sekali obat di pasaran dan masih banyak lagi yang sedang disiapkan, tetapi kekuatan harga tidak melekat pada obat mereka. Tetapi saham AS dari BioNTech (NASDAQ:BNTX) mitra Jerman Pfizer dalam pengembangan vaksin, melonjak 140%.

Moderna (NASDAQ:MRNA), perusahaan bioteknologi yang vaksinnya sendiri telah memenangkan persetujuan AS, melonjak 434%.

NVAX Weekly TTM

Novavax (NASDAQ:NVAX), perusahaan bioteknologi lain yang mengembangkan vaksin COVID-19 yang baru saja memulai uji coba fase 3, naik 2.702%.

2. Tesla. Tesla (NASDAQ:TSLA) ada di dunianya sendiri. Saham pembuat kendaraan listrik tersebut menyelesaikan tahun dengan mengalami kenaikan 743%, menduduki puncak di indeks NASDAQ 100 dan indeks S&P 500.

Perusahaan Elon Musk itu memproduksi hampir 500.000 kendaraan baru untuk para pelanggan pada tahun 2020. Profitabilitas tampaknya stabil, dan Tesla mendapatkan penghargaan dengan keanggotaan di S&P 500 pada bulan Desember. Perusahaan ini memiliki kapitalisasi pasar $669 miliar, hampir dua kali lebih besar dari gabungan NYSE:TM), Honda (NYSE:HMC), General Motors (NYSE:GM) dan Ford (NYSE:F) (NYSE:F). Jumlah tersebut termasuk keuntungan sebesar 24% di bulan Desember dan 46% di kuartal keempat saja. Tampaknya Tesla adalah saham yang harus dimiliki, meskipun dijual dengan harga 1.398 kali lipat dari pendapatan 12 bulan.

3. Saham ritel online. Saham ini lepas landas. Banyak pembeli, berusaha menghindari terpapar virus, berbelanja secara online. Amazon.com (NASDAQ:AMZN) mengatakan mereka mengharapkan penjualan kuartal keempat sebesar $112 miliar hingga $124 miliar. Target (NYSE:TGT) dan Walmart (NYSE:WMT) juga melaporkan penjualan online yang lebih tinggi di musim panas dan musim gugur.

TGT Weekly TTM

Saham Target melonjak 18% pada November saja dan mengakhiri tahun naik 37,7%. Walmart menambahkan 21%.

4. Pengirim paket online. FedEx (NYSE:FDX) adalah penerima manfaat besar dari ledakan online. Sahamnya melonjak hampir 72% sepanjang tahun, peringkat ke-20 di antara saham S&P 500 dan pertama di antara saham di Dow Jones Transportation Average. Rival United Parcel Service (NYSE:UPS) bertambah 43,9%. Saham rel kereta api juga bekerja dengan baik, terutama di kuartal kedua dan ketiga.

5. Perusahaan jasa online. Etsy (NASDAQ:ETSY), pasar online yang menargetkan para perajin, naik 300%, sebagian karena perusahaan tersebut bergabung dengan S&P 500 pada bulan September. DoorDash (NYSE:DASH), yang menyediakan layanan pengiriman makanan, go public pada 8 Desember dengan harga $102 dan mencapai $195 pada hari pertama perdagangannya. Sahamnya telah mengalami pullback tetapi tampaknya telah stabil di atas $140, naik sekitar 40%.

Airbnb (NASDAQ:ABNB), yang mengoperasikan marketplace online untuk keperluan liburan, melakukan go public pada 10 Desember dengan harga $68, menunjukkan nilai pasar $100 miliar. Sahamnya melonjak hampir $175 tetapi telah mengalami pullback ke $146,80 pada hari Jumat, naik 116% di bulan pertama perdagangan. Pialang real-estate online Zillow (NASDAQ:ZG) naik 47%.

6. Perusahaan teknologi besar tradisional. Apple (NASDAQ:AAPL) naik 81% karena para investor menyukai prospeknya dengan ponsel 5G. Stabilitas keuntungannya menambah keamanan pada risiko downside. Saham telah bertindak sebagai safe haven dalam pandemi. Advanced Micro Devices (NASDAQ:AMD) pada dasarnya mengalami kenaikan berlipat ganda. Pembuat chip grafis Nvidia (NASDAQ:NVDA) naik hampir 122%. Amazon selesai naik 76% dan Microsoft (NASDAQ:MSFT) (NASDAQ:MSFT) naik 41%.

7. Saham logam. Saham jenis ini meningkat seiring dengan terbangunnya harapan bahwa kemunculan vaksin yang efektif untuk COVID-19 akan mengarah pada pemulihan ekonomi global yang kuat.

FCX Weekly TTM

Freeport-McMoRan Copper & Gold (NYSE:FCX) naik 98% karena tembaga, produk utamanya, melonjak lebih dari 25% menjadi $3,519 per pound.

Emas, investasi safe-haven klasik, melonjak 24% menjadi $1895,10 per ounce. Perak naik 47%. Produsen aluminium Alcoa (NYSE:AA) (NYSE:AA) turun 71% pada kuartal pertama akibat virus tetapi telah memulihkan semua kerugian itu. Sementara itu Alcoa mengakhiri tahun naik 7,2%. Sahamnya naik 98% pada kuartal keempat.

Di antara yang merugi, masih ada perusahaan yang langsung mengalami kehancuran akibat COVID-19. Perusahaan-perusahaan tersebut termasuk:

1. Perusahaan energi, terutama produsen minyak & gas. Perusahaan-perusahaan energi mengakhiri tahun secara substansial lebih rendah, meskipun rebound harga minyak di paruh kedua tahun ini benar-benar meningkatkan saham.

XOM Weekly TTM

Exxon Mobil (NYSE:XOM) turun 46% di kuartal pertama. Exxon Mobil juga menderita penghinaan karena dikeluarkan dari Dow setelah 82 tahun. Tapi sahamnya naik 41% di kuartal keempat.

Occidental Petroleum (NYSE:OXY) merosot 58% untuk tahun ini. Tetapi dengan harga minyak yang bergerak lebih tinggi, sahamnya naik hampir 10% untuk Desember dan 73% untuk kuartal keempat.

2. Perusahaan maskapai. Saham maskapai penerbangan telah dilanda pandemi serta dampak dari masalah dengan Boeing’s (NYSE:BA) 737 MAX karena orang tidak akan bepergian jika mereka tidak perlu melakukannya.

Bahkan jika ekonomi sedang dalam pemulihan yang kuat dan perjalanan liburan meningkat, perjalanan bisnis kemungkinan besar akan lambat dalam pemulihannya karena pertemuan tatap muka dapat diadakan di Zoom atau Microsoft Teams. Tetapi beberapa operator, terutama Alaska Airlines (NYSE:ALK) dan Ryanair Holdings (NASDAQ:RYAAY), telah membuat pesanan baru untuk pesawat 737 MAX, setelah regulator telah melakukan sertifikasi ulang pesawat tersebut.

Harapan mereka: orang tidak sabar untuk melakukan perjalanan lagi. Saham Alaska mengalami kenaikan yang moderat pada bulan Desember tetapi melonjak 41% pada kuartal keempat karena para investor meningkatkan taruhan mereka untuk pemulihan.

3. Boeing (NYSE:BA). Raksasa kedirgantaraan itu telah mengalami collapse. Saat tahun ditutup, ada ratusan 737 pesawat MAX yang diparkir di landasan di seluruh AS Barat menunggu sertifikasi ulang pesawat.

Bagi perusahaan yang berbasis di Chicago itu, pandemi telah memperburuk situasi yang parah. Benar, saham Boeing naik 1,6% pada Desember di atas kenaikan 46% pada November, tetapi sahamnya masih turun 34% pada tahun ini dan turun 52% dari level tertinggi sepanjang masa di $446,01 pada awal 2019.

Apa yang Terjadi Berikutnya?

Dengan asumsi masyarakat mendapatkan COVID-19 dan suntikan flu, kehidupan mungkin mulai terlihat lebih seperti pra-pandemi. Kondisi ini berarti lebih banyak konsumen berbelanja, jumlah pekerjaan yang lebih baik, dan berlanjutnya kekuatan di pasar real estat perumahan di Amerika Serikat dan negara lain.

Federal Reserve tidak ingin menaikkan suku bunga dalam waktu dekat. Mungkin tidak sebelum 2022.

Semua ini bagus untuk saham.

Risiko besar adalah bahwa pasar obligasi dapat mendorong suku bunga lebih tinggi karena jumlah hutang yang sangat besar yang harus diambil pemerintah untuk melawan virus. Perhatikan hasil Obligasi 10 tahun. Hasil Obligasi 10 tahun telah beringsut kembali ke 1% karena para investor mulai memindahkan uang dari Amerika Serikat ke pasar lain.

Kondisi itu juga mendorong dolar lebih rendah, yang berarti harga impor mungkin mulai naik, menambah tekanan inflasi pada ekonomi. Indeks Dolar AS, yang melacak dolar terhadap sekeranjang mata uang, turun 6,4% pada tahun 2020 secara keseluruhan tetapi 12,7% setelah mencapai puncaknya pada bulan Maret.

Selain itu, orang harus memperhatikan pasar yang semakin mahal. Indeks kekuatan relatif untuk NASDAQ saat ini di atas 70, peringatan bahwa saham bisa menjadi overheated. Tidak jauh di belakang, level untuk Dow, S&P 500 dan NASDAQ100 semuanya sedikit di bawah 70 pada hari Jumat.

Investing.com

Komentar terkini

Tambahkan Komentar
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Diskusi
Tulis balasan...
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.

Perdagangan instrumen finansial dan/atau mata uang kripto membawa risiko tinggi, termasuk risiko kehilangan sebagian atau seluruh nilai investasi Anda, dan mungkin tidak sesuai untuk sebagian investor. Harga mata uang kripto amat volatil dan dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor eksternal seperti peristiwa finansial, regulasi, atau politik. Trading dengan margin meningkatkan risiko finansial.
Sebelum memutuskan untuk memperdagangkan instrumen finansial atau mata uang kripto, Anda harus sepenuhnya memahami risiko dan biaya terkait perdagangan di pasar finansial, mempertimbangkan tujuan investasi, tingkat pengalaman, dan selera risiko Anda dengan cermat, serta mencari saran profesional apabila dibutuhkan.
Fusion Media mengingatkan Anda bahwa data di dalam situs web ini tidak selalu real-time atau akurat. Data dan harga di situs web ini. Data dan harga yang ditampilkan di situs web ini belum tentu disediakan oleh pasar atau bursa, namun mungkin disediakan oleh pelaku pasar sehingga harga mungkin tidak akurat dan mungkin berbeda dengan harga aktual pasar. Dengan kata lain, harga bersifat indikatif dan tidak sesuai untuk tujuan trading. Fusion Media dan penyedia data mana pun yang dimuat dalam situs web ini tidak bertanggung jawab atas kerugian atau kehilangan apa pun yang diakibatkan oleh trading Anda atau karena Anda mengandalkan informasi yang dimuat dalam situs web ini.
Anda dilarang untuk menggunakan, menyimpan, memperbanyak, menampilkan, mengubah, meneruskan, atau menyebarkan data yang dimuat dalam situs web ini tanpa izin eksplisit tertulis sebelumnya dari Fusion Media dan/atau penyedia data. Semua hak kekayaan intelektual dipegang oleh penyedia dan/atau bursa yang menyediakan data yang dimuat dalam situs web ini.
Fusion Media mungkin mendapatkan imbalan dari pengiklan yang ditampilkan di situs web ini berdasarkan interaksi Anda dengan iklan atau pengiklan.

English (USA) English (UK) English (India) English (Canada) English (Australia) English (South Africa) English (Philippines) English (Nigeria) Deutsch Español (España) Español (México) Français Italiano Nederlands Polski Português (Portugal) Português (Brasil) Русский Türkçe ‏العربية‏ Ελληνικά Svenska Suomi עברית 日本語 한국어 简体中文 繁體中文 Bahasa Melayu ไทย Tiếng Việt हिंदी
Keluar
Yakin ingin keluar?
TidakYa
BatalkanYa
Menyimpan Perubahan

+

Unduh Aplikasi Investing.com

Dapatkan quote, grafik, dan Peringatan real time gratis mengenai saham, indeks, mata uang, komoditas, dan obligasi. Dapatkan analisis/prediksi teknikal terbaik gratis.

Investing.com lebih baik di Aplikasi!

Lebih banyak konten, grafik dan quote lebih cepat, dan pengalaman yang lebih mulus tersedia hanya di Aplikasi.