Jelang Perdagangan Pekan Terakhir 2020, IHSG Diperkirakan Berkonsolidasi

Jelang Perdagangan Pekan Terakhir 2020, IHSG Diperkirakan Berkonsolidasi

Stefanus Mulyadi Handoko  | 28/12/2020 08:20

Bursa Wall Street menutup perdagangan akhir pekan dengan membukukan kenaikan dalam perdagangan yang singkat jelang liburan Natal. Volume perdagangan relatif rendah karena jam perdagangan yang dipersingkat untuk persiapan Malam Natal. Pasar mengabaikan kritik Presiden Donald Trump terhadap RUU stimulus karena veto formal dianggap tidak mungkin, sebab legislasi stimulus tersebut telah disahkan oleh DPR dan Senat dengan mayoritas menentang veto tersebut. Dan jika Trump berhasil memveto legislasi itu, maka Joe Biden yang akan menjadi presiden AS pada tanggal 20 Januari 2021 mendatang, dapat segera menandatanganinya. Di sisi lain, Uni Eropa dan Inggris pada Kamis berhasil mencapai kesepakatan perdagangan bersejarah (Brexit), setelah lebih dari 4 tahun Inggris memilih untuk meninggalkan blok tersebut. Dow Jones ditutup naik 70,04 poin (+0,23%) menjadi 30.199,87, S&P 500 menguat 13,05 poin (+0,35%) menjadi 3.703,06 dan Nasdaq bertambah 33,62 poin (+0,26%) menjadi 12.804,73. Dalam sepekan terakhir, ketiga bursa saham utama AS berakhir mixed dengan Dow Jones naik tipis +0,07% dan Nasdaq menguat +0,38%, sedangkan S&P 500 melemah -0,17%.

Sementara dari dalam negeri, IHSG mengakhiri perdagangan akhir pekan pada hari rabu sebelum libur natal dengan pelemahan sebesar 14,58 poin (-0,24%) ke level 6.008,709. Investor asing membukukan penjualan bersih sebesar Rp. 547 miliar di pasar reguler. Dalam sepekan terakhir, IHSG mengalami pelemahan sebesar -1,57% dengan investor asing membukukan net sell senilai Rp 1,86 triliun di pasar reguler.

Jelang libur natal 2020, IHSG akhirnya mengalami pelemahan secara mingguan setelah terus reli menguat pada beberapa pekan sebelumnya. Pelemahan IHSG terjadi karena tekanan dari faktor eksternal. Kemunculan varian strain baru virus Korona di Inggris telah memicu ketakutan investor global sehingga menjadi sentimen negatif bagi pasar emerging markets dan menyebabkan turunnya harga beberapa komoditas dunia. Hal ini menjadi sentimen negatif yang memicu pelemahan IHSG sepanjang pekan lalu. Sementara sentimen dari dalam negeri cenderung mixed. Penambahan kasus baru virus korona secara nasional yang kembali mencapai rekor, serta dipangkasnya proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia ke kisaran -2,2% hingga -1,7% atau lebih buruk dibandingkan proyeksi sebelumnya yang dibuat oleh Kemenkeu pada periode September 2020 di rentang -1,7% hingga -0,6%, menjadi katalis negatif bagi IHSG. Sementara reshufle kabinet atau perombakan jajaran menteri yang dilakukan oleh Presiden Jokowi disambut cukup positif oleh para pelaku pasar.

Sesuai analisa pada pekan sebelumnya, IHSG masih bergerak uptrend dan mencoba bertahan di level psikologis 6.000. Sempat menguat hampir tembus level psikologis 6.200, IHSG terkena aksi profit taking dan harus berbalik arah hingga level 5.853, sebelum akhirnya kembali ke atas level psikologis 6.000 dan ditutup di level 6.008 pada akhir perdagangan pekan lalu. Secara teknikal IHSG masih terlihat bergerak naik di dalam uptrend channel jangka pendeknya. Namun indikator teknikal MACD mulai terlihat death cross, sehingga mengindikasikan kecenderungan short term IHSG untuk mulai bergerak negatif dan memasuki fase konsolidasi.

Diperkirakan untuk minggu ini IHSG akan berkonsolidasi dikisaran area trading 5.853 hingga 6.195, dengan kecenderungan bergerak sideways dalam jangka pendek. IHSG akan mencoba untuk bertahan di area support gap 5.823-5.854 pada pekan ini. Jika gagal bertahan, terbuka ruang bagi IHSG melanjutkan pelemahannya menuju target di level 5.563 sebagi perkiraan support selanjutnya. Namun sebaliknya apabila mampu menguat menembus keatas 6.195, terbuka peluang bagi IHSG untuk melanjutkan uptrendnya menuju perkiraan resistance di level 6.348.

Sementara ini dulu yang bisa saya sampaikan dalam weekly strategic analysis pada pekan ini. Untuk minggu terakhir di tahun 2020 ini, tidak ada data ekonomi penting dari dalam dan luar negeri yang ditunggu oleh pelaku pasar pada pekan ini, karena market akan memasuki libur jelang akhir tahun. Dengan hanya menyisakan 3 hari perdagangan sebelum akhir tahun 2020, diperkirakan IHSG akan melanjutkan pola konsolidasinya dengan bergerak sideways dalam jangka pendek.

Meski berakhir melemah -1,57% pada pekan lalu, namun sejatinya IHSG sudah menguat sekitar +7,1% sepanjang bulan Desember atau jauh diatas rata-rata penguatan bulan Desember sejak periode 2001-2019 yang ada dikisaran +4,43%. Bahkan jika dihitung sepanjang kuartal ke-4 tahun 2020 ini, IHSG sudah melesat sekitar +23,4%. Sehingga kami tidak akan kaget jika pada 3 hari terakhir tidak ada window dressing yang umumnya mengangkat harga saham, karena rata-rata harga saham sudah mengalami reli kenaikan cukup tinggi. Perkiraan kami IHSG masih akan berkondoliasi dengan mencoba bertahan diatas level psikologis 6.000 di penutupan akhir tahun 2020. Selama support 5.853 tidak ditembus ke bawah, IHSG masih relatif aman.

Untuk itu tetap disarankan safe trading dan selalu waspada, serta kontrol resiko sesuai dengan trading plans yang telah dibuat. Sementara bagi investor, jika terjadi koreksi massive bisa dimanfaatkan untuk akumulasi bertahap dengan melakukan buy on weakness, terutama pada saham-saham yang masih memiliki fundamental bagus dan dan kinerja keuangan yang kuat, serta prospek yang cerah pasca pandemi Covid-19 tahun depan. Atur strategi pembelian dan money manajemennya.

Mengenai saham-saham apa saja yang menarik untuk di tradingkan dalam jangka pendek atau saham-saham apa yang dapat diakumulasi untuk menjadi investasi jika terjadi koreksi, akan diulas secara khusus di area member premium. Diperlukan pengalaman, keahlian dan strategi khusus dalam melakukan analisa, baik teknikal maupun fundamental untuk menentukan kapan waktu terbaik untuk masuk ataupun keluar dari posisi trading ataupun investasi.

Safe Trading, Good Luck & GBU Always

Stefanus Mulyadi Handoko

Komentar terkini

Tambahkan Komentar
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Rio Suryapratama
Rio Suryapratama

tarik tarik garis doang .SEMUA TERGANTUNG BANDAR  ... (Baca Selengkapnya)

28/12/2020 04:39 GMT· Balas
Rio Suryapratama
Rio Suryapratama

tarik tarik garis doang .SEMUA TERGANTUNG BANDAR  ... (Baca Selengkapnya)

28/12/2020 04:39 GMT· Balas
Rio Suryapratama
Rio Suryapratama

tarik tarik garis doang .SEMUA TERGANTUNG BANDAR  ... (Baca Selengkapnya)

28/12/2020 04:39 GMT· Balas
Diskusi
Tulis balasan...
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.

Perdagangan instrumen finansial dan/atau mata uang kripto membawa risiko tinggi, termasuk risiko kehilangan sebagian atau seluruh nilai investasi Anda, dan mungkin tidak sesuai untuk sebagian investor. Harga mata uang kripto amat volatil dan dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor eksternal seperti peristiwa finansial, regulasi, atau politik. Trading dengan margin meningkatkan risiko finansial.
Sebelum memutuskan untuk memperdagangkan instrumen finansial atau mata uang kripto, Anda harus sepenuhnya memahami risiko dan biaya terkait perdagangan di pasar finansial, mempertimbangkan tujuan investasi, tingkat pengalaman, dan selera risiko Anda dengan cermat, serta mencari saran profesional apabila dibutuhkan.
Fusion Media mengingatkan Anda bahwa data di dalam situs web ini tidak selalu real-time atau akurat. Data dan harga di situs web ini. Data dan harga yang ditampilkan di situs web ini belum tentu disediakan oleh pasar atau bursa, namun mungkin disediakan oleh pelaku pasar sehingga harga mungkin tidak akurat dan mungkin berbeda dengan harga aktual pasar. Dengan kata lain, harga bersifat indikatif dan tidak sesuai untuk tujuan trading. Fusion Media dan penyedia data mana pun yang dimuat dalam situs web ini tidak bertanggung jawab atas kerugian atau kehilangan apa pun yang diakibatkan oleh trading Anda atau karena Anda mengandalkan informasi yang dimuat dalam situs web ini.
Anda dilarang untuk menggunakan, menyimpan, memperbanyak, menampilkan, mengubah, meneruskan, atau menyebarkan data yang dimuat dalam situs web ini tanpa izin eksplisit tertulis sebelumnya dari Fusion Media dan/atau penyedia data. Semua hak kekayaan intelektual dipegang oleh penyedia dan/atau bursa yang menyediakan data yang dimuat dalam situs web ini.
Fusion Media mungkin mendapatkan imbalan dari pengiklan yang ditampilkan di situs web ini berdasarkan interaksi Anda dengan iklan atau pengiklan.

English (USA) English (UK) English (India) English (Canada) English (Australia) English (South Africa) English (Philippines) English (Nigeria) Deutsch Español (España) Español (México) Français Italiano Nederlands Polski Português (Portugal) Português (Brasil) Русский Türkçe ‏العربية‏ Ελληνικά Svenska Suomi עברית 日本語 한국어 简体中文 繁體中文 Bahasa Melayu ไทย Tiếng Việt हिंदी
Keluar
Yakin ingin keluar?
TidakYa
BatalkanYa
Menyimpan Perubahan

+

Unduh Aplikasi Investing.com

Dapatkan quote, grafik, dan Peringatan real time gratis mengenai saham, indeks, mata uang, komoditas, dan obligasi. Dapatkan analisis/prediksi teknikal terbaik gratis.

Investing.com lebih baik di Aplikasi!

Lebih banyak konten, grafik dan quote lebih cepat, dan pengalaman yang lebih mulus tersedia hanya di Aplikasi.