Meneropong Peluang Sektor Industri yang Terdampak Corona

Meneropong Peluang Sektor Industri yang Terdampak Corona

Ellen May Institute  | 08/04/2020 08:40

Selasa 7 Maret 2020 sesi pertama IHSG bergerak melemah -1,35% di level 4.746,69. Data cadangan devisa Indonesia yang baru saja dirilis per akhir Maret 2020 turun dibandingkan bulan sebelumnya. Tentu masih ada kekhawatiran investor dalam menghadapi pandemi corona, sehingga laju IHSG tertahan. Namun, selalu ada peluang dalam kesempitan, kira-kira sektor apa saja kah itu?

Cadangan Devisa Turun

Bank Indonesia (BI) melaporkan cadangan devisa per akhir Maret 2020 sebesar US$ 121 miliar. Turun dibandingkan bulan sebelumnya yaitu US$ 130,4 miliar. Penurunan dipengaruhi oleh pembayaran utang luar negeri pemerintah dan keperluan stabilisasi nilai tukar rupiah akibat kepanikan di pasar keuangan yang mendorong aliran modal keluar Indonesia.

Efek Pandemi Corona ke Sektor Industri

Beberapa sektor mengalami pukulan yang cukup berat, tapi ada beberapa yang diuntungkan. Sektor yang diuntungkan dari pandemi Corona adalah segmen bisnis barang konsumsi (FMGC). Sedangkan segmen yang paling untung antara lain produk kesehatan dan suplemen.

Prediksi Sektoral

Sumber : Kontan

Tabel Imbas Pandemi Corona

Negatif

Netral

Positif

Pariwisata: physical distancing membuat akses wisata ditutup, tidak mungkin ada yang berlibur. Efek saham sektor trade, sub sektor restoran, hotel, dan pariwisata

Migas: dipengaruhi sentimen industri pasar. Arab Saudi-Rusia kemungkinan setuju memangkas produksi pada pertemuan Kamis 9/4 besok. Efek saham sektor mining

Produk kesehatan: hand sanitizer & masker menjadi kebutuhan pokok dengan harga yang melonjak hingga 200%-300%. Masyarakat juga membeli obat & multivitamin untuk daya tahan. Efek saham consumer - manufaktur

Penerbangan: penumpang berkurang, jalur penerbangan ditutup: Efek saham sektor infrasturktur sub sektor transportasi

Agribisnis: dipengaruhi supply-demand pasar, harga relatif stabil saat ini. Efek saham sektor agri

Telekomunikasi: data internet penunjang Work From Home (WFH). Efek saham infrustruktur sub sektor telekomunikasi

Otomotif: permintaan sedikit, target penjualan turun, pabrik tutup sementara. Efek saham sektor Misc-Ind sub sektor otomotif dan komponennya

Financial: penyalur dana bagi masyarakat untuk menggerakan ekonomi terutama UMKM, tapi nilai kredit bermasalah berpotensi meningkat. Perbankan harus berhati-hati mengucurkan kredit. Supaya tidak mengalami pelambatan penerimaan pendapatan dari bunga kredit. Efek saham sektor finance

Infrastruktur: orang enggan beli rumah, proyek pembangunan tertunda, namun beberapa perusahaan BUMN menangkap peluang dari pembangunan wisma atlit yang digunakan untuk penangan pandemi corona. Efek saham sektor properti

Ritel & e-commerce: physical distancing dan WFH membuat masyarakat lebih nyaman belanja di market place. Efek saham sektor consumer – manufaktur - trade

Tabel imbas corona di atas menunjukkan bahwa di tengah pandemi Corona yang sedang diusahakan pemulihannya oleh berbagi pihak, masih ada peluang di pasar saham. Berbagai stimulus relaksasi kebijakan diberikan oleh pemerintah Indonesia untuk meredakan kepanikan pasar dan menahan aliran modal keluar.

Beberpa emiten baik BUMN maupun swasta juga berencana melaksanakan buy back untuk menahan laju penurunan harga saham lebih rendah lagi. Adapun daftar emiten tersebut dapat Anda akses di http://ellen-may.com/super-trader-signal-id/fundamental/daily-stock-snap/ihsg-terjun-bebas-para-emiten-bersiap-buyback-ini-dia-daftar-sahamnya

Di tengah volatilitas pergerakan IHSG, kami berhasil menangkap peluang dengan merealisasikan profit dari saham WSKT (JK:WSKT) dengan keuntungan 12,80%. Kami juga berhasil membatasi kerugian saham PWON (JK:PWON) sebesar 3,41%.

Pergerakan IHSG saat ini masih tetap volatile dan cenderung bergerak mixed di area 4700-5100. Bagi Anda yang mengikuti refrensi saham swing trading INAF (JK:INAF) dan KAEF (JK:KAEF) masih bisa hold dengan pembatasan risiko di angka 1025 dan 1110.

Adanya efek pandemi corona tentu membuat beberapa saham seperti UNVR (JK:UNVR), INDF (JK:INDF), ICBP (JK:ICBP), TLKM (JK:TLKM), KLBF (JK:KLBF) akan diuntungkan dalam jangka panjang. Bagi Anda yang ingin investasi, bisa mengoleksi saham tersebut di atas dengan porsi kempemilikan maksimal 10% dari total dana portofolio investasi.

Credit by: Ellen May Institute Research Team

Ingin tahu dimana saja peluang dan saham-saham potensial di tengah penurunan IHSG saat ini?

Temukan jawabannya hanya di EMTrade! EMtrade adalah aplikasi yang memberi tahu Anda beli jual saham apa, di harga berapa, berapa banyak boleh beli, manajemen risiko, dan bisa tanya-tanya sepuasnya. Daftar sekarang di emtrade.id

Salam profit,

Disclaimer:

Setiap pembahasan saham dalam artikel ini bersifat sebagai referensi / bahan pertimbangan, dan bukan merupakan perintah beli / jual. Setiap keuntungan dan kerugian menjadi tanggung jawab dari pelaku pasar.

Ellen May Institute

Artikel Terkait

Komentar terkini

Tambahkan Komentar
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Arlan Yudhawantho
Arlan Yudhawantho

bagaimana cara kerjanya miss ellen  ... (Baca Selengkapnya)

08/04/2020 15:19 GMT· Balas
Diskusi
Tulis balasan...
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.

Perdagangan instrumen finansial dan/atau mata uang kripto membawa risiko tinggi, termasuk risiko kehilangan sebagian atau seluruh nilai investasi Anda, dan mungkin tidak sesuai untuk sebagian investor. Harga mata uang kripto amat volatil dan dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor eksternal seperti peristiwa finansial, regulasi, atau politik. Trading dengan margin meningkatkan risiko finansial.
Sebelum memutuskan untuk memperdagangkan instrumen finansial atau mata uang kripto, Anda harus sepenuhnya memahami risiko dan biaya terkait perdagangan di pasar finansial, mempertimbangkan tujuan investasi, tingkat pengalaman, dan selera risiko Anda dengan cermat, serta mencari saran profesional apabila dibutuhkan.
Fusion Media mengingatkan Anda bahwa data di dalam situs web ini tidak selalu real-time atau akurat. Data dan harga di situs web ini. Data dan harga yang ditampilkan di situs web ini belum tentu disediakan oleh pasar atau bursa, namun mungkin disediakan oleh pelaku pasar sehingga harga mungkin tidak akurat dan mungkin berbeda dengan harga aktual pasar. Dengan kata lain, harga bersifat indikatif dan tidak sesuai untuk tujuan trading. Fusion Media dan penyedia data mana pun yang dimuat dalam situs web ini tidak bertanggung jawab atas kerugian atau kehilangan apa pun yang diakibatkan oleh trading Anda atau karena Anda mengandalkan informasi yang dimuat dalam situs web ini.
Anda dilarang untuk menggunakan, menyimpan, memperbanyak, menampilkan, mengubah, meneruskan, atau menyebarkan data yang dimuat dalam situs web ini tanpa izin eksplisit tertulis sebelumnya dari Fusion Media dan/atau penyedia data. Semua hak kekayaan intelektual dipegang oleh penyedia dan/atau bursa yang menyediakan data yang dimuat dalam situs web ini.
Fusion Media mungkin mendapatkan imbalan dari pengiklan yang ditampilkan di situs web ini berdasarkan interaksi Anda dengan iklan atau pengiklan.

English (USA) English (UK) English (India) English (Canada) English (Australia) English (South Africa) English (Philippines) English (Nigeria) Deutsch Español (España) Español (México) Français Italiano Nederlands Polski Português (Portugal) Português (Brasil) Русский Türkçe ‏العربية‏ Ελληνικά Svenska Suomi עברית 日本語 한국어 简体中文 繁體中文 Bahasa Melayu ไทย Tiếng Việt हिंदी
Keluar
Yakin ingin keluar?
TidakYa
BatalkanYa
Menyimpan Perubahan

+

Unduh aplikasi

Lebih banyak wawasan pasar, lebih banyak peringatan, lebih banyak cara untuk menyesuaikan daftar pantauan aset hanya di App

Investing.com lebih baik di Aplikasi!

Lebih banyak konten, grafik dan quote lebih cepat, dan pengalaman yang lebih mulus tersedia hanya di Aplikasi.