Sektor Saham Sorotan Pekan Ini : Agri, Maskapai & Garmen

Sektor Saham Sorotan Pekan Ini : Agri, Maskapai & Garmen

Investing.com  | 06/04/2020 13:29

Investor harus bersiap untuk pekan volatilitas trading pada pasar karena pemerintah AS memperingatkan akan pekan yang berat dan perjuangannya menghadapi Covid-19 yang akan datang, sementara kesepakatan pemotongan output minyal antara Arab Saudi dan Rusia terlihat semakin meragukan. 

Presiden Donald Trump mengatakan pada pertemuan pers pada Sabtu bahwa pekan depan akan menjadi “yang terberat” untuk AS dengan “tingkat kematian yang banyak.” Index-index AS pekan lalu membukukan penurunan pekanan ketiga mereka dalam sebulan. Dow mengalami kerugian 1,7%, sementara S&P 500 jatuh 1,6%. NASDAQ mengakhiri pekan dengan mengalami penurunan 1,5%. 

Kemunduran lain akan terjadi pada pasar energi di mana rapat OPEC+ untuk menentukan pemotongan output ditunda setelah laporan media yang mengatakan bahwa Riyadh dan Moscow membutuhkan waktu tambahan untuk bernegosiasi. 

Presiden Trump pekan lalu meningkatkan prospek kesepakatan baru untuk mengakhiri kelebihan pasokan besar-besaran pada pasar minyak yang disebabkan oleh penguncian di semua lini ekonomi terbesar di dunia. Komentarnya mengenai kemungkinan kesepakatan antara produsen minyak terbesar telah memacu 50% pemulihan pada patokan harga minyak. 

Selain perkembangan makro ini, kami fokus pada tiga saham berikut, yang mengacu pada perkembangan spesifik perusahaan terkait:

1. Altria Group

Perusahaan tembakau besar Altria Group (NYSE:MO) berada di bawah tekanan setelah Komisi Perdagangan Federal menuntut perusahaan untuk mengembalikan kesepakatan senilai $12,8 miliar untuk penanaman saham pada Juul Labs Inc. Mereka mengatakan bahwa perusahaan tersebut merupakan pesaing yang tidak seharusnya menjalani bisnis bersama. Pada Jumat, komisi telah mengumumkan kepada publik mengenai bagian penting dari pengaduannya, dan mengatakan bahwa Altria menarik diri dari pasar e-cigarette pada musim gugur 2018 dikarenakan kesepakatan rahasia dengan rivalnya Juul. Komplain FTC tersebut menyebutkan bahwa Altria dan Juul merupakan rival agresif hingga Altria memutuskan untuk mengakhiri kompetisi dengan me-non-aktifkan merk e-cigarette mereka, MarkTen dan Green Smoke sebelum mengakuisisi saham di Juul.

MO Weekly TTM

Altria yang memproduksi Marlboro dan mengoperasikan Phillip Morris (NYSE:PM) USA sudah mencatatkan investasinya di Juul dua kali, memotog 35% nilai sama menjadi $4,2 miliar pada Januari karena perhatian kesehatan mengenai e-cigarette bersinggungan dengan regulasi. Di tengah tindakan pengaturan ini, saham Altria telah kehilangan 25% dari nilainya tahun ini, ditutup pada $ 37,41 pada hari Jumat.

2. Delta Air 

Warren Buffet , CEO Berkshire Hathaway Inc (NYSE:BRKa) mengatakan pada Jumat lalu bahwa mereka telah menjual sekitar 18% dari sahamnya di Delta Air Lines (NYSE:NYSE:DAL) pekan ini di tengah pandemik Covid-19 yang memaksa maskapai tersebut untuk memberhentikan operasi penerbangannya. 

DAL Weekly TTM

Menurut pengajuan peraturan, Berkshire menjual hampir 13 juta saham Delta yang bernilai sekitar $314 juta dan sekitar 2,3 juta saham Southwest Airlines Company (NYSE:LUV) yang bernilai sekitar $74 juta. 

Pengajuan menunjukkan bahwa penjualan dilakukan pada hari Rabu dan Kamis. Berkshire sebelumnya memiliki sekitar 11,1% saham Delta dan 10,4% saham Southwest, menurut data Refinitiv. Informasi mengenai alasan penjualan tidak diberikan.

Konglomerat yang berbasis di Omaha, Nebraska adalah salah satu pemegang saham terbesar dari empat maskapai penerbangan AS terbesar, termasuk Delta. Penjualan Berkshire diungkapkan setelah maskapai besar AS menerapkan pada hari Jumat untuk hibah gaji dari Departemen Keuangan AS untuk membantu menjaga pekerja tetap bekerja.

Pandemi telah merugikan industri, karena penumpang tinggal di rumah dan operator di seluruh dunia memangkas jadwal dan melarang penerbangan. Delta memproyeksikan pada hari Jumat bahwa pendapatan kuartal kedua akan jatuh 90%. Saham Delta Air diperdagangkan 11% lebih rendah di perdagangan setelah jam setelah ditutup pada $22,48 pada hari Jumat.

3. Levi Strauss

Produsen pakaian, Levi Strauss & Co Class A (NYSE:LEVI), akan melaporkan laba fiskal Kuartal 1 2020 pada Selasa, 7 April, setelah pasar tutup. Analis rata-rata memperkirakan $0,35 laba saham atas penjualan $1,46 miliar.

LEVI Weekly TTM

Perusahaan pakaian yang berbasis di San Francisco tampak tidak mungkin mengesankan investor di tengah-tengah penutupan global karena pandemi Covid-19 karena banyak mal juga pengecer ditutup, dan konsumen tetap di dalam rumah dan memusatkan perhatian mereka pada bahan makanan dan belanja penting lainnya sebagai gantinya.

Levi Strauss telah bekerja untuk meningkatkan jaringan ritel dan penjualan e-commerce. Untuk mendorong pertumbuhan, pembuat denim juga mendorong lebih keras di pasar internasional, termasuk Eropa, Asia dan juga di Amerika.

Selain merosotnya permintaan, ancaman lain bagi perusahaan global besar yang perlu mengubah laba asing menjadi mata uang AS adalah dolar AS yang kuat dalam beberapa pekan terakhir. Saham telah jatuh 48% dalam sebulan terakhir dan ditutup pada hari Jumat di $ 9,51.

 

Investing.com

Artikel Terkait

Komentar terkini

Tambahkan Komentar
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Diskusi
Tulis balasan...
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.

Perdagangan instrumen finansial dan/atau mata uang kripto membawa risiko tinggi, termasuk risiko kehilangan sebagian atau seluruh nilai investasi Anda, dan mungkin tidak sesuai untuk sebagian investor. Harga mata uang kripto amat volatil dan dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor eksternal seperti peristiwa finansial, regulasi, atau politik. Trading dengan margin meningkatkan risiko finansial.
Sebelum memutuskan untuk memperdagangkan instrumen finansial atau mata uang kripto, Anda harus sepenuhnya memahami risiko dan biaya terkait perdagangan di pasar finansial, mempertimbangkan tujuan investasi, tingkat pengalaman, dan selera risiko Anda dengan cermat, serta mencari saran profesional apabila dibutuhkan.
Fusion Media mengingatkan Anda bahwa data di dalam situs web ini tidak selalu real-time atau akurat. Data dan harga di situs web ini. Data dan harga yang ditampilkan di situs web ini belum tentu disediakan oleh pasar atau bursa, namun mungkin disediakan oleh pelaku pasar sehingga harga mungkin tidak akurat dan mungkin berbeda dengan harga aktual pasar. Dengan kata lain, harga bersifat indikatif dan tidak sesuai untuk tujuan trading. Fusion Media dan penyedia data mana pun yang dimuat dalam situs web ini tidak bertanggung jawab atas kerugian atau kehilangan apa pun yang diakibatkan oleh trading Anda atau karena Anda mengandalkan informasi yang dimuat dalam situs web ini.
Anda dilarang untuk menggunakan, menyimpan, memperbanyak, menampilkan, mengubah, meneruskan, atau menyebarkan data yang dimuat dalam situs web ini tanpa izin eksplisit tertulis sebelumnya dari Fusion Media dan/atau penyedia data. Semua hak kekayaan intelektual dipegang oleh penyedia dan/atau bursa yang menyediakan data yang dimuat dalam situs web ini.
Fusion Media mungkin mendapatkan imbalan dari pengiklan yang ditampilkan di situs web ini berdasarkan interaksi Anda dengan iklan atau pengiklan.

English (USA) English (UK) English (India) English (Canada) English (Australia) English (South Africa) English (Philippines) English (Nigeria) Deutsch Español (España) Español (México) Français Italiano Nederlands Português (Portugal) Polski Português (Brasil) Русский Türkçe ‏العربية‏ Ελληνικά Svenska Suomi עברית 日本語 한국어 简体中文 繁體中文 Bahasa Melayu ไทย Tiếng Việt हिंदी
Keluar
Yakin ingin keluar?
TidakYa
BatalkanYa
Menyimpan Perubahan

+

Unduh aplikasi

Lebih banyak wawasan pasar, lebih banyak peringatan, lebih banyak cara untuk menyesuaikan daftar pantauan aset hanya di App

Investing.com lebih baik di Aplikasi!

Lebih banyak konten, grafik dan quote lebih cepat, dan pengalaman yang lebih mulus tersedia hanya di Aplikasi.