Serangan Hama Turunkan Produktivitas Sawit

Serangan Hama Turunkan Produktivitas Sawit

Warta Ekonomi Online  | 13/07/2018 19:16

Serangan Hama Turunkan Produktivitas Sawit
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta

Industri minyak sawit memiliki andil yang signifikan dalam pengembangan ekonomi daerah dan nasional serta pengentasan kemiskinan di berbagai pelosok negeri. Namun, faktor pembatas produksi, khususnya serangan hama, acapkali menjadi kendala di lapangan.

"Entomologi atau ilmu tentang serangga menjadi signifikan dalam industri kelapa sawit," kata Peneliti dari Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) yang juga merupakan Vice President of Sustainability PT Astra Agro Lestari Tbk, Bandung Sahari, dalam Acara Seminar Nasional PEI (Perhimpunan Entomologi Indonesia) yang bertema "Serangga untuk Pertanian Berkelanjutan dan Kesehatan Lebih Baik" di Palembang, Kamis (12/7/2018).

Ia mengatakan, tantangan yang dihadapi oleh industri agribisnis seperti kelapa sawit salah satunya adalah hama.

"Hama mengganggu proses pertumbuhan tanaman sehingga produktivitas kelapa sawit menjadi turun," lanjutnya. Hal ini menyebabkan pendapatan masyarakat juga menurun yang mengancam kesejahteraan masyarakat.

Maka dari itu, jika tidak segera ditangani dengan baik, lanjut dia, dalam jangka panjang akan mengancam keberlanjutan produktivitas minyak sawit dan lingkungan jika pestisida menjadi pilihan utama. Oleh karena itu, penelitian yang menunjang pengendalian hama ramah lingkungan menjadi penting. Apalagi, proses polinasi (penyerbukan) pada kelapa sawit juga sangat bergantung dengan serangga.

"Tidak efektifnya penyerbukan menyebabkan banyaknya buah partenokarpi atau tidak berbiji dengan kandungan minyak yang rendah," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Perhimpunan Entomologi Indonesia, Damayanti Buchori, mengatakan, dari penelitian global, serangga polinator sedang mengalami penurunan populasi global. Penelitian itu juga mengungkap bahwa penurunan populasi serangga penyerbuk akan berdampak pada pangan, termasuk juga tanaman kelapa sawit.

"Ketidakadaan serangga penyerbuk bisa menjadi masalah yang berat bagi tanaman kelapa sawit. Hal ini juga perlu menjadi perhatian serius stakeholder industri kelapa sawit," ujarnya.

Penulis: Boyke P. Siregar
Editor: Fauziah Nurul Hidayah
Foto: Syifa Yulinnas

Berita Terkait

Komentar terkini

Tambahkan Komentar
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Diskusi
Tulis balasan...
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.

Fusion Media tidak akan bertanggung jawab atas kehilangan atau kerusakan akibat penggunaan informasi yang terdapat dalam situs web ini termasuk data, kutipan / quote, grafik dan sinyal jual / beli. Mohon pahami sepenuhnya tentang risiko dan biaya yang terkait dengan perdagangan pasar keuangan, ini adalah salah satu bentuk investasi yang paling berisiko. Perdagangan mata uang dengan margin mengandung risiko tinggi, dan tidak cocok bagi semua investor. Perdagangan atau investasi mata uang kripto membawa serta potensi risiko. Harga uang kripto sangat tidak stabil dan mungkin terpengaruh oleh faktor eksternal seperti peristiwa keuangan, peraturan atau politik. Mata uang kripto tidak cocok untuk semua investor. Sebelum memutuskan untuk memperdagangkan valuta asing atau instrumen keuangan lainnya atau pun juga mata uang kripto Anda harus mempertimbangkan dengan hati-hati tujuan investasi Anda, tingkat pengalaman, dan risiko yang menyertai.
Fusion Media ingin mengingatkan Anda bahwa data yang terdapat dalam situs web ini tidak sebenarnya real-time atau pun akurat. Semua harga CFD (saham, indeks, berjangka), Forex dan mata uang kripto tidak disediakan oleh bursa melainkan oleh market maker, sehingga harga mungkin tidak akurat dan mungkin berbeda dari harga pasar sebenarnya, yang berarti harga bersifat indikatif dan tidak sesuai untuk tujuan perdagangan. Oleh karena itu, Fusion Media tidak bertanggung jawab atas kerugian perdagangan yang mungkin timbul akibat penggunaan data ini.
Fusion Media mendapatkan pemasukan dari para pengiklan yang muncul di situs web, berdasarkan interaksi Anda dengan iklan atau pengiklan tersebut.
Versi bahasa Inggris dari perjanjian ini adalah versi utama, yang akan berlaku setiap kali ada perbedaan antara versi bahasa Inggris dan versi bahasa Indonesia.

English (USA) English (UK) English (India) English (Canada) English (Australia) English (South Africa) Deutsch Español (España) Español (México) Français Italiano Nederlands Polski Português (Portugal) Português (Brasil) Русский Türkçe ‏العربية‏ Ελληνικά Svenska Suomi עברית 日本語 한국어 中文 香港 Bahasa Melayu ไทย Tiếng Việt हिंदी
Keluar
Yakin ingin keluar?
TidakYa
BatalkanYa
Menyimpan Perubahan

+