Waspadai Serangan Siber Jelang Pemilu 2019

Waspadai Serangan Siber Jelang Pemilu 2019

Warta Ekonomi Online  | 12/02/2019 19:00

Waspadai Serangan Siber Jelang Pemilu 2019
Warta Ekonomi.co.id, Makassar

Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) mengingatkan seluruh elemen masyarakat untuk mewaspadai peningkatan serangan siber menjelang Pemilu 2019. Terlebih, sejarah mencatat bahwa serangan siber selalu menghantui pelaksanaan pesta demokrasi, baik itu di Indonesia maupun di belahan negara lain.

Deputi Bidang Identifikasi dan Deteksi BSSN, Irjen Pol Dharma Pongrekun, mengungkapkan jangankan Indonesia, negara-negara besar lainnya pun menghadapi ancaman serangan siber pada pemilu. Di antaranya yakni Jerman, Perancis, Amerika Serikat dan Ukraina. Adapun pemilu di Indonesia sudah menghadapi serangan siber sejak 2004.

Berdasarkan data BSSN, serangan siber pertamakali teridentifikasi dalam pemilu maupun pilkada di Indonesia terjadi pada 2004. Kala itu, ada hacker yang dilaporkan meretas hasil tabulasi nasional pada website Komisi Pemilihan Umum (KPU). Selanjutnya, serangan siber dengan berbagai modus terjadi dan bahkan semakin marak menjelang Pemilu 2019.

"Ya mulai dari 2004 itu ada serangan siber, modelnya memasukkan kode ke halaman website dan kemudian mendapatkan akses ke basis data yang lalu mengubah tampilan website (KPU)," ucap Dharma, saat sesi pemaparan materi dalam Rapat Koordinasi Nasional Kewaspadaan Nasional untuk Pemantapan Penyelenggaran Pemilu 2019 di Kota Makassar, Selasa (12/2/2019).

Masih merujuk data BSSN, teror serangan siber pada 2018 juga pernah terjadi berupa telepon teror dan upaya log-in ke aplikasi messenger anggota KPU. Teranyar, pada 2019 atau tahun ini, BSSN sempat mendeteksi adanya deface situs KPU Pusat oleh hacker khatulistiwa. Selain itu, juga ada serangan siber KPUD Kabupaten Padang Lawas oleh CH4OS PH4NT30N.

Baca Juga: Situs Pemilu Tak Aman 100%? Ini Penjelasan BSSN

Merespons maraknya serangan siber ke KPU, Dharma mengungkapkan BSSN tidak tinggal diam. Pihaknya bahkan telah menyiapkan berbagai upaya, mulai dari identifikasi hingga pemulihan. BSSN bahkan membuat gugus tugas penguatan keamanan teknologi informasi KPU. Itu terdiri dari tim monitoring keamanan siber hingga tim keamanan jaringan dan komunikasi data.

Dharma mengimbuhkan untuk menghadapi Pemilihan Presiden dan Pemilihan Legislatif 2019, BSSN sudah mengidentifikasi ancaman siber yang akan menyerang. Serangan siber itu bisa berwujud upaya peretasan maupun upaya pelemahan dengan target sistem infrastruktur teknologi informasi penyelenggara pemilu. Juga bisa saja menyasar peserta pemilu maupun peserta kampanye.

Ketua KPU RI, Arief Budiman, membenarkan maraknya serangan siber ke lembaga negara yang dipimpinnya. Bahkan, ia menyebut teror serangan siber ke penyelenggara pemilu terjadi setiap hari. Arief sendiri mengaku pernah menjadi korban, dimana hacker menyabotase akun media sosial Facebook miliknya. Tidak hanya itu, akun surat elektronik miliknya juga sempat diretas.

Baca Juga: Fahri Tantang KPU Biarkan Kedua Calon 'Berantem'

"Tantangannya memang luar biasa. Serangan (siber) ke KPU itu tiap hari ada yang serang. Makanya, tiap hari juga kita terus koordinasi dengan BIN, BSSN, Polri dan Kemendagri. Kita bahkan turut menggandeng asosiasi pengelola jasa internet dan juga sejumlah platform media sosial," pungkasnya.

Penulis: Tri Yari Kurniawan
Editor: Vicky Fadil
Foto: Agus Aryanto

Berita Terkait

Komentar terkini

Tambahkan Komentar
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Diskusi
Tulis balasan...
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.

Perdagangan instrumen finansial dan/atau mata uang kripto membawa risiko tinggi, termasuk risiko kehilangan sebagian atau seluruh nilai investasi Anda, dan mungkin tidak sesuai untuk sebagian investor. Harga mata uang kripto amat volatil dan dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor eksternal seperti peristiwa finansial, regulasi, atau politik. Trading dengan margin meningkatkan risiko finansial.
Sebelum memutuskan untuk memperdagangkan instrumen finansial atau mata uang kripto, Anda harus sepenuhnya memahami risiko dan biaya terkait perdagangan di pasar finansial, mempertimbangkan tujuan investasi, tingkat pengalaman, dan selera risiko Anda dengan cermat, serta mencari saran profesional apabila dibutuhkan.
Fusion Media mengingatkan Anda bahwa data di dalam situs web ini tidak selalu real-time atau akurat. Data dan harga di situs web ini. Data dan harga yang ditampilkan di situs web ini belum tentu disediakan oleh pasar atau bursa, namun mungkin disediakan oleh pelaku pasar sehingga harga mungkin tidak akurat dan mungkin berbeda dengan harga aktual pasar. Dengan kata lain, harga bersifat indikatif dan tidak sesuai untuk tujuan trading. Fusion Media dan penyedia data mana pun yang dimuat dalam situs web ini tidak bertanggung jawab atas kerugian atau kehilangan apa pun yang diakibatkan oleh trading Anda atau karena Anda mengandalkan informasi yang dimuat dalam situs web ini.
Anda dilarang untuk menggunakan, menyimpan, memperbanyak, menampilkan, mengubah, meneruskan, atau menyebarkan data yang dimuat dalam situs web ini tanpa izin eksplisit tertulis sebelumnya dari Fusion Media dan/atau penyedia data. Semua hak kekayaan intelektual dipegang oleh penyedia dan/atau bursa yang menyediakan data yang dimuat dalam situs web ini.
Fusion Media mungkin mendapatkan imbalan dari pengiklan yang ditampilkan di situs web ini berdasarkan interaksi Anda dengan iklan atau pengiklan.

English (USA) English (UK) English (India) English (Canada) English (Australia) English (South Africa) Deutsch Español (España) Español (México) Français Italiano Nederlands Polski Português (Portugal) Português (Brasil) Русский Türkçe ‏العربية‏ Ελληνικά Svenska Suomi עברית 日本語 한국어 中文 香港 Bahasa Melayu ไทย Tiếng Việt हिंदी
Keluar
Yakin ingin keluar?
TidakYa
BatalkanYa
Menyimpan Perubahan

+