Jangan Gegabah, Panic Buying Bisa Bikin Makanan Terbuang Sia-Sia

Jangan Gegabah, Panic Buying Bisa Bikin Makanan Terbuang Sia-Sia

Warta Ekonomi Online  | 10/04/2020 19:00

Jangan Gegabah, Panic Buying Bisa Bikin Makanan Terbuang Sia-Sia
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta

Semenjak Covid-19 menjadi perhatian di Indonesia, terjadi perubahan pola berbelanja yang dilakukan konsumen di Indonesia.

Salah satu yang terjadi adalah fenomena panic buying, dimana ketakutan memicu warga untuk berbelanja secara berlebih pada kebutuhan sehari-hari untuk mengantisipasi jika pemerintah Indonesia memberlakukan sistem lockdown.

Namun, kenyataannya, panic buying, atau belanja berlebih berpotensi tinggi menciptakan food waste, atau sisa makanan yang tidak termakan akibat tanggal waktu kedaluwarsa, atau berlebihnya stok makanan.

"Karena kalau kita melihat dari perilaku konsumen, sebenarnya food waste itu paling banyak tercipta ketika kita beli makanan dalam jumlah besar," ujar Co Founder Dan CEO Garda Pangan Eva Bachtiar dalam acara diskusi yang digelar Bank DBS tentang Zero Food Waste, bersama dengan Burgreens, Garda Pangan, dan Agradaya secara virtual, Jumat (10/4/2020).

Salah satu alasan mengapa panic buying memicu food waste adalah masyarakat mudah lupa tentang tanggal kedaluwarsa makanan yang mereka beli.

"Karena kita melihat satu, kita mudah lupa tanggal kedaluwarsa. Kita betul-betul tidak bisa melacak lagi karena tertumpuk," katanya.

Membeli kebutuhan sehari-hari secara secukupnya masih menjadi opsi yang benar di kala pandemi seperti ini.

"Kalau kita beli makanan secukupnya, kita bisa tahu hari hari awal saya akan makan makanan ini, terus makanan yang lebih lama kedaluwarsanya bisa di lain hari," ucapnya.

"Kita tidak pernah tahu, mereka menyetok makanan segitu banyak, apakah itu habis semua, atau malah jadi food waste," lanjutnya.

Berdasarkan data Economist Intelligence Unit, Food Sustainability Index 2018, Indonesia merupakan negara kedua penyumbang limbah makanan terbesar di dunia dengan produksi rata-rata 300 kg limbah makanan per kapita setiap tahunnya.

Eva mengakui bahwa untuk mendata dampak Covid-19 terhadap jumlah food waste yang tercipta selama pandemi dibutuhkan data berskala nasional yang saat ini belum ada.

Namun, berdasarkan pengalaman perusahaan, Garda Pangan mencatat adanya penurunan food waste bila dibandingkan dengan hari-hari biasa sebelum pandemi muncul. Namun, pandemi menciptakan sektor baru yang berpotensi menjadi sumber food waste pada masa pandemi ini.

"Food waste yang dihasilkan tidak sebanyak yang dihasilkan di hari biasa. Tapi potensinya pindah ke rumah tangga," pungkasnya.

Penulis: Bernadinus Adi Pramudita
Editor: Fajar Sulaiman
Foto: Sufri Yuliardi

Berita Terkait

Komentar terkini

Tambahkan Komentar
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Diskusi
Tulis balasan...
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.

Perdagangan instrumen finansial dan/atau mata uang kripto membawa risiko tinggi, termasuk risiko kehilangan sebagian atau seluruh nilai investasi Anda, dan mungkin tidak sesuai untuk sebagian investor. Harga mata uang kripto amat volatil dan dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor eksternal seperti peristiwa finansial, regulasi, atau politik. Trading dengan margin meningkatkan risiko finansial.
Sebelum memutuskan untuk memperdagangkan instrumen finansial atau mata uang kripto, Anda harus sepenuhnya memahami risiko dan biaya terkait perdagangan di pasar finansial, mempertimbangkan tujuan investasi, tingkat pengalaman, dan selera risiko Anda dengan cermat, serta mencari saran profesional apabila dibutuhkan.
Fusion Media mengingatkan Anda bahwa data di dalam situs web ini tidak selalu real-time atau akurat. Data dan harga di situs web ini. Data dan harga yang ditampilkan di situs web ini belum tentu disediakan oleh pasar atau bursa, namun mungkin disediakan oleh pelaku pasar sehingga harga mungkin tidak akurat dan mungkin berbeda dengan harga aktual pasar. Dengan kata lain, harga bersifat indikatif dan tidak sesuai untuk tujuan trading. Fusion Media dan penyedia data mana pun yang dimuat dalam situs web ini tidak bertanggung jawab atas kerugian atau kehilangan apa pun yang diakibatkan oleh trading Anda atau karena Anda mengandalkan informasi yang dimuat dalam situs web ini.
Anda dilarang untuk menggunakan, menyimpan, memperbanyak, menampilkan, mengubah, meneruskan, atau menyebarkan data yang dimuat dalam situs web ini tanpa izin eksplisit tertulis sebelumnya dari Fusion Media dan/atau penyedia data. Semua hak kekayaan intelektual dipegang oleh penyedia dan/atau bursa yang menyediakan data yang dimuat dalam situs web ini.
Fusion Media mungkin mendapatkan imbalan dari pengiklan yang ditampilkan di situs web ini berdasarkan interaksi Anda dengan iklan atau pengiklan.

English (USA) English (UK) English (India) English (Canada) English (Australia) English (South Africa) English (Philippines) English (Nigeria) Deutsch Español (España) Español (México) Français Italiano Nederlands Polski Português (Portugal) Português (Brasil) Русский Türkçe ‏العربية‏ Ελληνικά Svenska Suomi עברית 日本語 한국어 简体中文 繁體中文 Bahasa Melayu ไทย Tiếng Việt हिंदी
Keluar
Yakin ingin keluar?
TidakYa
BatalkanYa
Menyimpan Perubahan

+

Unduh aplikasi

Lebih banyak wawasan pasar, lebih banyak peringatan, lebih banyak cara untuk menyesuaikan daftar pantauan aset hanya di App

Investing.com lebih baik di Aplikasi!

Lebih banyak konten, grafik dan quote lebih cepat, dan pengalaman yang lebih mulus tersedia hanya di Aplikasi.