Ramai Penolakan Jenazah, Dirut RSUD Soetomo Jelaskan soal Virus Corona Bertahan di Jasad

Ramai Penolakan Jenazah, Dirut RSUD Soetomo Jelaskan soal Virus Corona Bertahan di Jasad

Warta Ekonomi Online  | 10/04/2020 12:30

Ramai Penolakan Jenazah, Dirut RSUD Soetomo Jelaskan soal Virus Corona Bertahan di Jasad
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta

Di tengah pandemi Corona (Covid-19) yang diwarnai penolakan masyarakat terhadap pemakaman jenazah pasien yang diduga positif virus tersebut di beberapa daerah. Kebanyakan masyarakat juga khawatir virus masih bertahan di jasad pasien meninggal dan akan menulari.

Terkait itu, Direktur Utama RSUD dr Soetomo Surabaya yang juga Ketua Rumpun Kuratif Gugus Tugas Covid-19 Jawa Timur, Joni Wahyuadi ikut angkat bicara. Ia mengatakan sebetulnya virus Corona akan mati ketika sel-sel tubuh yang meninggal juga mati.

Baca Juga: Ya Allah, Pemprov DKI Umumkan 150 Tenaga Medis Positif Corona dan 2 Meninggal Dunia

Namun, memang belum ada literatur yang menjelaskan secara rinci berapa lama virus bertahan di tubuh orang yang sudah meninggal.

Karena itu, di buku pedoman pemulasaraan Covid-19 disarankan jenazah positif Covid-19 segera dimakamkan dalam 4 jam.

"Kalau kita kita meninggal, tidak semua sel kita langsung meninggal semua, tidak. Masih ada yang sedikit-sedikit bertahan, makanya virusnya bisa ada (bertahan) di sana," kata Joni di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Jawa Timur, pada Kamis malam (9/4/2020).

Ia menjelaskan, virus termasuk Covid-19, adalah benda mati, bukan makhluk hidup. Ia hanya rangkaian protein yang dilapisi lemak, kemudian bisa bertahan kalau menempel di benda hidup, maka ia bisa masuk ke dalam sel.

Virus ini masuk ke dalam saluran pernapasan dan bisa masuk ke dalam darah atau sel. Maka itu, lanjut Joni, saluran pernapasan jenazah pasien Covid-19 merupakan tempatnya virus namun masuk ke dalam sel darah.

Kata dia, ketika sel darah itu mati karena meninggal, maka virusnya juga ikut mati.

"(Tapi) Tidak ada satu pun literatur yang meneliti sampai berapa jam bertahannya virus corona atau SARS Cov 2 ini (di dalam jasad), belum ada. Hanya disarankan 4 jam segera dimakamkan," ujarnya.

Ketua Rumpun Tracing Gugus Tugas Covid-19 Jatim yang juga Dirut RSUD Malang, Kohar Hari Santoso, meminta masyarakat tak perlu panik berlebihan menyikapi jenazah Covid-19. Apalagi, protokol khusus merawat dan memakamkan jenazah Corona sudah diterapkan.

"Kewaspadaan tetap harus ada, tapi bukan dalam arti panik," tuturnya.

Penulis: Redaksi
Editor: Fajria Anindya Utami
Foto: Iggoy el Fitra

Berita Terkait

Komentar terkini

Tambahkan Komentar
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Diskusi
Tulis balasan...
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.

Perdagangan instrumen finansial dan/atau mata uang kripto membawa risiko tinggi, termasuk risiko kehilangan sebagian atau seluruh nilai investasi Anda, dan mungkin tidak sesuai untuk sebagian investor. Harga mata uang kripto amat volatil dan dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor eksternal seperti peristiwa finansial, regulasi, atau politik. Trading dengan margin meningkatkan risiko finansial.
Sebelum memutuskan untuk memperdagangkan instrumen finansial atau mata uang kripto, Anda harus sepenuhnya memahami risiko dan biaya terkait perdagangan di pasar finansial, mempertimbangkan tujuan investasi, tingkat pengalaman, dan selera risiko Anda dengan cermat, serta mencari saran profesional apabila dibutuhkan.
Fusion Media mengingatkan Anda bahwa data di dalam situs web ini tidak selalu real-time atau akurat. Data dan harga di situs web ini. Data dan harga yang ditampilkan di situs web ini belum tentu disediakan oleh pasar atau bursa, namun mungkin disediakan oleh pelaku pasar sehingga harga mungkin tidak akurat dan mungkin berbeda dengan harga aktual pasar. Dengan kata lain, harga bersifat indikatif dan tidak sesuai untuk tujuan trading. Fusion Media dan penyedia data mana pun yang dimuat dalam situs web ini tidak bertanggung jawab atas kerugian atau kehilangan apa pun yang diakibatkan oleh trading Anda atau karena Anda mengandalkan informasi yang dimuat dalam situs web ini.
Anda dilarang untuk menggunakan, menyimpan, memperbanyak, menampilkan, mengubah, meneruskan, atau menyebarkan data yang dimuat dalam situs web ini tanpa izin eksplisit tertulis sebelumnya dari Fusion Media dan/atau penyedia data. Semua hak kekayaan intelektual dipegang oleh penyedia dan/atau bursa yang menyediakan data yang dimuat dalam situs web ini.
Fusion Media mungkin mendapatkan imbalan dari pengiklan yang ditampilkan di situs web ini berdasarkan interaksi Anda dengan iklan atau pengiklan.

English (USA) English (UK) English (India) English (Canada) English (Australia) English (South Africa) English (Philippines) English (Nigeria) Deutsch Español (España) Español (México) Français Italiano Nederlands Polski Português (Portugal) Português (Brasil) Русский Türkçe ‏العربية‏ Ελληνικά Svenska Suomi עברית 日本語 한국어 简体中文 繁體中文 Bahasa Melayu ไทย Tiếng Việt हिंदी
Keluar
Yakin ingin keluar?
TidakYa
BatalkanYa
Menyimpan Perubahan

+

Unduh aplikasi

Lebih banyak wawasan pasar, lebih banyak peringatan, lebih banyak cara untuk menyesuaikan daftar pantauan aset hanya di App

Investing.com lebih baik di Aplikasi!

Lebih banyak konten, grafik dan quote lebih cepat, dan pengalaman yang lebih mulus tersedia hanya di Aplikasi.