Rupiah Menguat, Gubernur BI Nyatakan Cadangan Devisa Cukup

Rupiah Menguat, Gubernur BI Nyatakan Cadangan Devisa Cukup

Investing.com  | 26/03/2020 16:19

Rupiah Menguat, Gubernur BI Nyatakan Cadangan Devisa Cukup

Investing.com - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS USD/IDR Kamis (26/03) petang masih lanjut menguat. Pada pukul 15.41 WIB mengambil data Investing.com, rupiah bergerak naik 0,88% atau bertambah 144,5 poin menjadi 16.305,5 per dolar AS.

Rupiah juga sempat menguat 1,13% ke Rp 146,21 IDR/JPY di pasar spot melansir CNBC Indonesia Kamis (26/03) dari data Refinitiv. Dan kini rupiah melemah 0,14% ke 148,10 menurut data Investing.com pukul 16.00 WIB. Membaiknya sentimen pelaku pasar membuat rupiah mampu menguat, sekaligus mengurangi daya tarik aset safe haven yen. Mata Uang Jepang melemah 0,65% melawan dolar AS ke 110.47/US$. 

Sebagai catatan dari data Investing.com, rupiah mengukir rekor terlemah terhadap yen di level 151,14 pada Jumat (20/03) silam.

Seperti diketahui sebelumnya untuk melawan dampak wabah virus covid-19 lanjut laporan, pada Selasa lalu Pemerintah dan Senat AS telah mencapai kata sepakat untuk mengucurkan stimulus senilai US$ 2 triliun, yang dikatakan terbesar sepanjang sejarah. Stimulus tersebut bahkan dua kali lipat lebih besar dari nilai perekonomian Indonesia. Kesepakatan tersebut kini masih dalam tahap Rancangan Undang-Undang (RUU) dan harus di-voting di Kongres AS, sebelum ditandatangani Presiden AS, Donald Trump.

Ketika sentimen pelaku pasar membaik tercermin dari rally bursa global dalam dua hari beruntun seperti Dow Jones, maka aset-aset berimbal hasil tinggi kembali menjadi target investasi, rupiah pun mendapat rejeki.

Selain itu, menanggapi soal kecukupan cadangan devisa Gubernur BI Perry Warjiyo menjelaskan saat ini jumlah cadangan devisa Indonesia masih lebih dari cukup.

Dia mengungkapkan, cadangan devisa merupakan first line of defense atau bantalan utama untuk menjaga stabilnya nilai tukar rupiah. Namun BI saat ini juga memiliki secondline of defense seperti bilateral swap dengan sejumlah bank sentral seperti dengan China US$ 30 miliar, Jepang US$ 22,7 miliar, Singapura 10 miliar SGD, Australia dan bank sentral lain.

BI menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan. Penurunan cadangan devisa pada Februari 2020 dipengaruhi oleh pembayaran ULN pemerintah.

Seperti diwarta Okezone Kamis, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyebut pelemahan nilai tukar rupiah dan juga Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dipengaruhi oleh pandemik covid-19. Oleh karenanya, semenjak virus corona ini masuk ke Indonesia, IHSG dan juga rupiah terus merosot. Namun menurut Perry, dampak tersebut hanya bersifat sementara. Sebab, jika penanganan virus corona ini dilakukan dengan cepat maka kondisi ekonomi dan pasar keuangan kan kembali normal.





Berita Terkait

Komentar terkini

Tambahkan Komentar
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Diskusi
Tulis balasan...
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.

Perdagangan instrumen finansial dan/atau mata uang kripto membawa risiko tinggi, termasuk risiko kehilangan sebagian atau seluruh nilai investasi Anda, dan mungkin tidak sesuai untuk sebagian investor. Harga mata uang kripto amat volatil dan dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor eksternal seperti peristiwa finansial, regulasi, atau politik. Trading dengan margin meningkatkan risiko finansial.
Sebelum memutuskan untuk memperdagangkan instrumen finansial atau mata uang kripto, Anda harus sepenuhnya memahami risiko dan biaya terkait perdagangan di pasar finansial, mempertimbangkan tujuan investasi, tingkat pengalaman, dan selera risiko Anda dengan cermat, serta mencari saran profesional apabila dibutuhkan.
Fusion Media mengingatkan Anda bahwa data di dalam situs web ini tidak selalu real-time atau akurat. Data dan harga di situs web ini. Data dan harga yang ditampilkan di situs web ini belum tentu disediakan oleh pasar atau bursa, namun mungkin disediakan oleh pelaku pasar sehingga harga mungkin tidak akurat dan mungkin berbeda dengan harga aktual pasar. Dengan kata lain, harga bersifat indikatif dan tidak sesuai untuk tujuan trading. Fusion Media dan penyedia data mana pun yang dimuat dalam situs web ini tidak bertanggung jawab atas kerugian atau kehilangan apa pun yang diakibatkan oleh trading Anda atau karena Anda mengandalkan informasi yang dimuat dalam situs web ini.
Anda dilarang untuk menggunakan, menyimpan, memperbanyak, menampilkan, mengubah, meneruskan, atau menyebarkan data yang dimuat dalam situs web ini tanpa izin eksplisit tertulis sebelumnya dari Fusion Media dan/atau penyedia data. Semua hak kekayaan intelektual dipegang oleh penyedia dan/atau bursa yang menyediakan data yang dimuat dalam situs web ini.
Fusion Media mungkin mendapatkan imbalan dari pengiklan yang ditampilkan di situs web ini berdasarkan interaksi Anda dengan iklan atau pengiklan.

English (USA) English (UK) English (India) English (Canada) English (Australia) English (South Africa) English (Philippines) English (Nigeria) Deutsch Español (España) Español (México) Français Italiano Nederlands Polski Português (Portugal) Português (Brasil) Русский Türkçe ‏العربية‏ Ελληνικά Svenska Suomi עברית 日本語 한국어 简体中文 繁體中文 Bahasa Melayu ไทย Tiếng Việt हिंदी
Keluar
Yakin ingin keluar?
TidakYa
BatalkanYa
Menyimpan Perubahan

+

Unduh aplikasi

Lebih banyak wawasan pasar, lebih banyak peringatan, lebih banyak cara untuk menyesuaikan daftar pantauan aset hanya di App

Investing.com lebih baik di Aplikasi!

Lebih banyak konten, grafik dan quote lebih cepat, dan pengalaman yang lebih mulus tersedia hanya di Aplikasi.