IHSG Melonjak 10% Didorong Penanganan Covid-19 Global dan Emiten Farmasi

IHSG Melonjak 10% Didorong Penanganan Covid-19 Global dan Emiten Farmasi

Investing.com  | 26/03/2020 16:00

IHSG Melonjak 10% Didorong Penanganan Covid-19 Global dan Emiten Farmasi

Investing.com - Indeks Harga Saham Gabungan (Jakarta Stock Exchange Composite) terus mempertahankan tren positifnya pada perdagangan Kamis (26/03) petang. HIngga pukul 15.33 WIB, IHSG masih menguat 10,69% atau bertambah 420,98 poin di 4.358,61 menurut data Investing.com.

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan seperti dilaporkan Bisnis.com Kamis (26/03) menguatnya IHSG tidak lepas dari perkembangan positif terkait penanganan virus covid-19 di negara maju.

Dia memaparkan sentimen positif di pasar global terjadi setelah senat Amerika Serikat menyetujui usulan paket stimulus fiskal sebesar US$ 2 triliun. Dari total US$2 triliun, dialokasikan US$110 miliar untuk kesehatan, US$350 miliar untuk UMKM, US$250 miliar untuk tenaga kerja, dan US$500 miliar untuk dunia usaha.

Selain AS lanjut laporan, Perry mengungkapkan pemerintah negara maju lain yang mengucurkan stimulus fiskal untuk penanganan wabah Covid-19 antara lain Jerman sebesar 10% dari PDB negara itu atau setara dengan US$860 miliar.

Di sisi moneter, langkah bank sentral Amerika Serikat atau The Fed menurunkan suku bunga sebesar 100 bps hingga mendekati nol persen juga diikuti oleh bank sentral negara lain ungkap laporan itu. The Fed juga menambah injeksi likuiditas pasar keuangan.

Berbagai langkah tersebut merupakan komitmen G20 untuk mengurangi kepanikan investor di pasar keuangan global. Hasilnya berbagai saham di berbagai negara mengalami penguatan.

Di tengah merebaknya penyebaran virus covid-19 di Tanah Air, saham-saham farmasi dan jasa kesehatan melonjak tajam kata Kumparan Kamis. Emiten farmasi seperti PTIndofarma Tbk (JK:INAF), PT Kimia Farma Persero Tbk (JK:KAEF), dan PT Phapros Tbk (JK:PEHA) menjadi pengerek kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hingga penutupan perdagangan sesi I, Kamis (26/3). 

Saham farmasi dan jasa kesehatan yang menuai cuan paling tebal yaitu KAEF yang kini berada di level Rp 1.300, naik 260 poin atau 25 persen. Saham INAF juga mengalami lonjakan yang sama. INAF kini berada di level Rp 1.100, naik 220 poin atau setara 25 persen. Saham PEHA juga melonjak 14 persen atau 105 poin ke level 850. 

Analis pun buka suara perihal lonjakan IHSG. Kepala riset MNC (JK:MNCN) Securities Edwin Sebayang mengutip Liputan6 Kamis, menyebut bahwa kenaikan IHSG dikarenakan tajamnya penguatan Dow Jones Industrial Average (DJIA) sekitar 2.609 poin atau naik 14,03 persen selama 2 hari kemarin di tengah semakin terus bertambahnya jumlah korban tewas secara global akibat Covid-19. Di Italia, virus telah menjangkiti sekitar 74.386 orang, dan telah menewaskan 7.503 orang (sehari korban tewas naik +683 orang).

Menurut Edwin lanjut ada saham-saham yang dinilai stabil dalam pasar saham yaitu PT Bank Central Asia (JK:BBCA), PT Suryamas Dutamakmur (SMDM), PT Wahana Interfood Nusantara (COCO), 



Berita Terkait

Komentar terkini

Tambahkan Komentar
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Massaputro Delly TP
Massaputro Delly TP

bagaimana besok di akhir minggu, apakah turun kembali akibat profit taking?  ... (Baca Selengkapnya)

26/03/2020 12:22 GMT· Balas
Diskusi
Tulis balasan...
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.

Perdagangan instrumen finansial dan/atau mata uang kripto membawa risiko tinggi, termasuk risiko kehilangan sebagian atau seluruh nilai investasi Anda, dan mungkin tidak sesuai untuk sebagian investor. Harga mata uang kripto amat volatil dan dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor eksternal seperti peristiwa finansial, regulasi, atau politik. Trading dengan margin meningkatkan risiko finansial.
Sebelum memutuskan untuk memperdagangkan instrumen finansial atau mata uang kripto, Anda harus sepenuhnya memahami risiko dan biaya terkait perdagangan di pasar finansial, mempertimbangkan tujuan investasi, tingkat pengalaman, dan selera risiko Anda dengan cermat, serta mencari saran profesional apabila dibutuhkan.
Fusion Media mengingatkan Anda bahwa data di dalam situs web ini tidak selalu real-time atau akurat. Data dan harga di situs web ini. Data dan harga yang ditampilkan di situs web ini belum tentu disediakan oleh pasar atau bursa, namun mungkin disediakan oleh pelaku pasar sehingga harga mungkin tidak akurat dan mungkin berbeda dengan harga aktual pasar. Dengan kata lain, harga bersifat indikatif dan tidak sesuai untuk tujuan trading. Fusion Media dan penyedia data mana pun yang dimuat dalam situs web ini tidak bertanggung jawab atas kerugian atau kehilangan apa pun yang diakibatkan oleh trading Anda atau karena Anda mengandalkan informasi yang dimuat dalam situs web ini.
Anda dilarang untuk menggunakan, menyimpan, memperbanyak, menampilkan, mengubah, meneruskan, atau menyebarkan data yang dimuat dalam situs web ini tanpa izin eksplisit tertulis sebelumnya dari Fusion Media dan/atau penyedia data. Semua hak kekayaan intelektual dipegang oleh penyedia dan/atau bursa yang menyediakan data yang dimuat dalam situs web ini.
Fusion Media mungkin mendapatkan imbalan dari pengiklan yang ditampilkan di situs web ini berdasarkan interaksi Anda dengan iklan atau pengiklan.

English (USA) English (UK) English (India) English (Canada) English (Australia) English (South Africa) English (Philippines) English (Nigeria) Deutsch Español (España) Español (México) Français Italiano Nederlands Polski Português (Portugal) Português (Brasil) Русский Türkçe ‏العربية‏ Ελληνικά Svenska Suomi עברית 日本語 한국어 简体中文 繁體中文 Bahasa Melayu ไทย Tiếng Việt हिंदी
Keluar
Yakin ingin keluar?
TidakYa
BatalkanYa
Menyimpan Perubahan

+

Unduh aplikasi

Lebih banyak wawasan pasar, lebih banyak peringatan, lebih banyak cara untuk menyesuaikan daftar pantauan aset hanya di App

Investing.com lebih baik di Aplikasi!

Lebih banyak konten, grafik dan quote lebih cepat, dan pengalaman yang lebih mulus tersedia hanya di Aplikasi.